Rabu, 27 Januari 2016

Pendewasaan


Belajar menjadi pribadi yang dewasa
Terkadang apa yang kita lakukan tidak disukai oleh banyak orang. Namun percayalah bahwa Tuhan telah merencanakan segalanya didalam hidup kita. Apa yang telah kita harapkan terkadang juga tidak sesuai kenyataannya. Mungkin dibalik semua itu ada keajaiban yang tidak pernah kita ketahui yang dibuat oleh Tuhan untuk hidup kita.


Terkadang hidup ini seperti air mengalir yang tak tau kemana arah dan tujuannya, tapi kita harus percaya bahawa apa yang ada diujung sana yang belum kita ketahui pasti ada sesuatu yang istimewa yang sempat membuat kita tak mengerti.


”Mulai” adalah kata yang penuh kekuatan. Cara terbaik untuk menyelesaikan sesuatu adalah, “mulai”.Tapi juga mengherankan, pekerjaan apa yang dapat kita selesaikan kalau kita hanya memulainya. (Clifford Warren).




Jangan lupa baca kiriman yang lainnya ya...!!!

Kamis, 14 Januari 2016

BEDA PENDAPAT DENGAN ORANG TUA

Berbeda Pendapat Dengan Orang Tua


Hal yang paling sering muncul biasanya adalah perbedaan pendapat antara orang tua dan anaknya.
Hal yang paling sering  muncul biasanya  adalah  Biasanya dalam urusan study, pekerjaan, agama, ataupun memeilih pasangan hidup. Ini mungkin dianggap wajar oleh semua orang didunia, tapi dalam Tuhan tidak begini. Tuhan tidak pernah sekalipun mengajarkan kita untuk melawan orang tua kita. Tuhan tidak suka mendengar kita bertengkar, apalagi dengan orang tua kita sendiri. Jangankan bertengkar, kita saja disuruh tunduk, serta menghormati orang tua kita, karena Tuhan memberi orang tua kita Otoritas untuk mendidiki kita didunia.

            Walaupun kita kadang juga merasa bahwa orang tua kita merasa keliru. Tapi belajarlah untuk tunduk pada otoritas. Waktu orng tua kita sedang marah atau menasehati kita, jangan lansung dibalas dengan perkataan. Satu katadibalas dengan 1000 kata. “Kasih Itu Sabar....” belajarlah menggendalikan diri, jangan cepar “Panas Kuping”. Tenang dan dengarkan apa yang diutarakan orang tua kita, jangan bicar4a dulku sampai mereka benar-benar berhenti. Setelah keadaan tenang, sudah dingin, baru kita mengutarakan pendapat kita secara baik-baik. Pasti akan berbeda keadaannya. “Amsal 14:17” “Siapa Lekas Naik Darah, Berlaku Bodoh, Tetapi Orang Yang Bijaksana, Bersabar.”

            Firman Tuhan berkata bahwa orang yang Cepat marah itu bodoh. Karena kalau kita bisas bertindak ceroboh, sembarang. Orang marah pasti mudah megikuti emosi hatinnya yang meluap-luap tanpa ingat Tuhan lagi.udah tidak pakai hikmat lagi. Itu sama saja dengan bertindak bodoh, karena itu berkata-katalah dalam kondisi tenang. Amsal 15:4a  “Lidah Lembut Adalah Pohon Kehidupan.....”.

Hidup Adalah Sebuah Perjuangan

Bagi kalian semua yang merasa tidak lagi memiliki semangat dan perjuangan untuk hidup, coba anda baca kisah dari seorang gadis dibawah ini.






"Saya seorang gadis yang berambisi tinggi. saya merupakan anak yang kedua dari tiga bersaudara dan berasal dari keluarga yang sederhana. Saya adalah satu-satunya anak perempuan dari tiga bersaudara,
           
Ayah saya telah meninggal beberapa tahun yang lalutepatnya pada tangggal 5 Jaanuari 2012. Yakni pada saat saya masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Dia meninggal disebabkan oleh penyakit yang telah lama di deritanya. Hal tersebut pernah membuat saya patah semangat untuk terus melanjutkan pendidikan. Karena saya berfikir bahwa jika saya tetap melanjutkan pendidikan maka darimanakah biaya pendidikan tersebut diperoleh? Sedangkan ibu saya hanya bekerja sebagai petani, penghasilannya juga hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan saya tidak mungkin akan membebaninya lagi. Sejenak saya termenung dan saya bingung harus berbuat apa, sedangkan saya ingin sekali melanjutkan sekolah dan mewujudkan impian ayah saya. Karena mengingat keluarga kami adalah keluarga yang tingkat pendidikannya rendah . oleh sebab itu, saya ingin sekali dapat mengubah nasib keluarga kami yang seperti ini, tetapi masalah utamanya adalah soal keuangan, saya tidak tahu bagaimana caranya agar dapat menghasilkan uang untuk mewujutkan itu semua. Akhirnya terlints di fikiran saya untuk sekolah sambil bekerja, walaupun mungkin kebanyakkan orang menganggap remeh pekerjaan itu,tetapi tidak menjadi penghalang bagi saya karena saya tetap berpegang teguh pada apa yang telah memotivasi-kan saya. Dan saya tidak membebankan orang tua saya lagi. Cukup sampai disini saja saya membebankan mereka semua, saatnya giliran saya yang harus menggantikan semua jerit payah serta keringat yang diteteskan hanya untuk anak-anaknya. Saatnya saya yang menggantikan semua itu.
           
Sejak saat itu sampai sekarang saya masih bertahan dengan pekerjaan berharga saya itu. Penghasilanya tidak banyak, hanya cukup untuk uang jajan dan cukup untuk menanggung uang SPP setiap bulannya.
           
Ketika hari libur tiba, saya memanfaatkan waktu itu dengan bekerja sebagai Buruh Lapangan (BL) di perusahaan terdekat, dan itu yang menawarkan adalah tuan rumah tempat saya tinggal. Dan penghasilannya saya gunakan untuk membayar daftar ulang sekolah saya.
           
Terkadang rasa iri hati juga timbul ketika saya melihat teman-teman saya yang tinggal satu rumah dengan orang tua tercintanya dan dapat memanfaatkan waktu liburannya dengan bersenang-sennang bersama keluarganya, dan mereka bisa meminta apayang mereka inginkan pada orang tuanya tanpa harus memikirkan bagaimana cara orang tuannya memperoleh itu semua. Merekapun selalu diberi kasih sayang yang lebih oleh orang tuanya. Dan betapa beruntungnya mereka memiliki itu semua. Tetapi mereka semua tidak bisa memanfaatkan moment itu semua dengan baik.
           


Hal tersebut membuat saya termotivasi untuk terus berusaha agar bisa membahagiakan orang tua saya. Saya sangat ingin suatu saat nanti saya bisa membanggakan Ibu saya serta membuktikan kepada Almarhum Ayah saya bahwa saya benar-benar melakukan semuanya,semua yang ia impikan dulu waktu dia masih bisa bernafas dan menghirup udara segar. Dan saya juga ingin melihat Ibu saya bahagia dimasa Tuanya, meskipun tanpa ada Ayah disampingnya. Dan saya yakin, apapun yang keluarga kami rasakan di dunia ini, baik itu senang ataupun  susah Ayahku juga pasti ikut merasakan semua itu."