Kamis, 14 Januari 2016

Hidup Adalah Sebuah Perjuangan

Bagi kalian semua yang merasa tidak lagi memiliki semangat dan perjuangan untuk hidup, coba anda baca kisah dari seorang gadis dibawah ini.






"Saya seorang gadis yang berambisi tinggi. saya merupakan anak yang kedua dari tiga bersaudara dan berasal dari keluarga yang sederhana. Saya adalah satu-satunya anak perempuan dari tiga bersaudara,
           
Ayah saya telah meninggal beberapa tahun yang lalutepatnya pada tangggal 5 Jaanuari 2012. Yakni pada saat saya masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Dia meninggal disebabkan oleh penyakit yang telah lama di deritanya. Hal tersebut pernah membuat saya patah semangat untuk terus melanjutkan pendidikan. Karena saya berfikir bahwa jika saya tetap melanjutkan pendidikan maka darimanakah biaya pendidikan tersebut diperoleh? Sedangkan ibu saya hanya bekerja sebagai petani, penghasilannya juga hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan saya tidak mungkin akan membebaninya lagi. Sejenak saya termenung dan saya bingung harus berbuat apa, sedangkan saya ingin sekali melanjutkan sekolah dan mewujudkan impian ayah saya. Karena mengingat keluarga kami adalah keluarga yang tingkat pendidikannya rendah . oleh sebab itu, saya ingin sekali dapat mengubah nasib keluarga kami yang seperti ini, tetapi masalah utamanya adalah soal keuangan, saya tidak tahu bagaimana caranya agar dapat menghasilkan uang untuk mewujutkan itu semua. Akhirnya terlints di fikiran saya untuk sekolah sambil bekerja, walaupun mungkin kebanyakkan orang menganggap remeh pekerjaan itu,tetapi tidak menjadi penghalang bagi saya karena saya tetap berpegang teguh pada apa yang telah memotivasi-kan saya. Dan saya tidak membebankan orang tua saya lagi. Cukup sampai disini saja saya membebankan mereka semua, saatnya giliran saya yang harus menggantikan semua jerit payah serta keringat yang diteteskan hanya untuk anak-anaknya. Saatnya saya yang menggantikan semua itu.
           
Sejak saat itu sampai sekarang saya masih bertahan dengan pekerjaan berharga saya itu. Penghasilanya tidak banyak, hanya cukup untuk uang jajan dan cukup untuk menanggung uang SPP setiap bulannya.
           
Ketika hari libur tiba, saya memanfaatkan waktu itu dengan bekerja sebagai Buruh Lapangan (BL) di perusahaan terdekat, dan itu yang menawarkan adalah tuan rumah tempat saya tinggal. Dan penghasilannya saya gunakan untuk membayar daftar ulang sekolah saya.
           
Terkadang rasa iri hati juga timbul ketika saya melihat teman-teman saya yang tinggal satu rumah dengan orang tua tercintanya dan dapat memanfaatkan waktu liburannya dengan bersenang-sennang bersama keluarganya, dan mereka bisa meminta apayang mereka inginkan pada orang tuanya tanpa harus memikirkan bagaimana cara orang tuannya memperoleh itu semua. Merekapun selalu diberi kasih sayang yang lebih oleh orang tuanya. Dan betapa beruntungnya mereka memiliki itu semua. Tetapi mereka semua tidak bisa memanfaatkan moment itu semua dengan baik.
           


Hal tersebut membuat saya termotivasi untuk terus berusaha agar bisa membahagiakan orang tua saya. Saya sangat ingin suatu saat nanti saya bisa membanggakan Ibu saya serta membuktikan kepada Almarhum Ayah saya bahwa saya benar-benar melakukan semuanya,semua yang ia impikan dulu waktu dia masih bisa bernafas dan menghirup udara segar. Dan saya juga ingin melihat Ibu saya bahagia dimasa Tuanya, meskipun tanpa ada Ayah disampingnya. Dan saya yakin, apapun yang keluarga kami rasakan di dunia ini, baik itu senang ataupun  susah Ayahku juga pasti ikut merasakan semua itu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar